Mengkritik itu mudah, karena melihat kesalahan orang lain itu gampang. Namun kritik yang didasari oleh mencari-cari kesalahan orang lain tak mungkin dapat mempermudah keadaan. Anda tak perlu menghabiskan waktu dan tenaga anda untuk menilai apakah orang lain telah berbuat salah atau benar. Karena itu sangat mudah! Yang sulit adalah melihat kesalahan diri sendiri. Waspadailah bila anda begitu pandai mengkritik. Jangan-jangan anda tak mampu lagi melihat kebenaran. Dan sebuta-butanya orang ialah mereka yang tak bisa menangkap cahaya kebenaran. Sekali anda gembira bisa menemukan sebutir debu kesalahan orang lain, anda tergoda untuk mendapatkan yang sebesar kerikil. Begitu seterusnya, hingga tanpa sadar anda telah menciptakan gunung kesalahan orang. Orang tak pernah suka berkaca pada cermin yang memantulkan kekurangan wajahnyaMaka dari itu janganlah anda menjadi bayangan atas kesalahan orang lain. Bantulah mereka menemukan sisi positif diri mereka. Di saat itu pula orang lain akan memantulkan sisi baik anda sendiri.
Desember 28, 2009
Desember 26, 2009
Harga Seorang Perempuan
PeKa Online-Kairo, Mesir,
Dari jauh terlihat seorang pemuda tertatih-tatih. Tampak keletihan diwajahnya menunjukkan jauhnya perjalanan yang ia tempuh. Kini, sampailah ia di Madyan, di tepi sebuah sumber air jernih.
Diperhatikannya ramai orang-orang sedang memberi minum ternak mereka. Tak jauh dari tempat itu dilihatnya dua orang perempuan sedang menahan ternak mereka. Dengan hati-hati ia dekati mereka berdua seraya bertanya: "Apa yang kalian perbuat di sini". Mereka pun menjawab: "Kami baru bisa memberi minum ternak kami setelah para penggembala itu pergi, sedang bapak kami adalah seorang yang lanjut usia".
Tanpa menunggu permintaan, naluri kemanusiaan pemuda ini mendorongnya untuk segera menolong keduanya. Setelah itu tanpa menunggu ucapan terima kasih atau sekedar berbasa basi segera ia menyingkir menjauhi mereka dan menyandarkan punggungnya di bawah sebuah pohon seraya mengeluhkan keletihan dan kesulitan hidup kepada Tuhannya.
Tak berapa lama kemudian ia didatangi oleh salahsatu dari dua perempuan tadi. Dengan malu-malu ia berkata: "Sesungguhnya bapakku mengundangmu sebagai balas budi atas pertolonganmu terhadap kami". Kemudian ia pun berjalan mengikuti keduanya.
Namun siang itu angin sedang 'bertingkah'. Akibat ulah angin tersebut sang pemuda itu beberapa kali agak salah tingkah berjalan di belakang kedua perempuan tersebut. Segera ia berkata: "Sebaiknya saya yang di depan. Kalian hanya perlu mengatakan lurus atau belok ke kanan dan ke kiri". Keduanya pun setuju.
Kisah di atas diabadikan Allah dalam Al Qur'an pada surat Al Qashash: 22-26. Adapun pemuda tadi adalah Nabi Musa AS. dan kedua gadis tersebut adalah dua orang putri Nabi Syu'aib AS (menurut sebagian ahli tafsir). Salah seorang diantara perempuan itu akhirnya meminta bapaknya untuk mempekerjakan Nabi Musa guna meringankan tugas mereka.
Dua sifat yang membuat sang bapak menyetujuinya yaitu kuat dan dapat dipercaya. Sang bapak bertanya: "Dari mana engkau tahu ia kuat dan dapat dipercaya ?". Sang putri pun menjelaskan kuatnya sang pemuda ketika mengangkat batu besar dan membantu meminumkan ternak. Selain itu sepanjang perjalanan kesantunan sang pemuda terlihat jelas. Ini menunjukkan bahwa ia dapat dipercaya.
-o0o-
Di Madinah, suatu ketika ada seorang muslimah pergi ke toko perhiasan. Di tempat itu banyak orang yahudi berniaga dan bekerja sebagai tukang emas. Ia membawa perhiasan hendak dijual ke salah satu toko.
Ketika ia sedang duduk di depan toko sambil tawar-menawar, sekelompok yahudi datang mendekatinya. Lalu dimintanya sang muslimah untuk membuka kain penutup wajahnya. Permintaan itu jelas ditolaknya.
Seorang yahudi lainnya yang berada di belakang muslimah itu menyematkan ujung bajunya dengan sebuah duri pada bagian punggung bajunya. Ketika wanita itu bangun hendak berdiri tampak auratnya. Mereka (orang-orang Yahudi itu) tertawa terbahak-bahak, sedangkan sang muslimah berteriak minta pertolongan.
Sekonyong-konyong datanglah seorang pemuda muslim memenuhi panggilan tersebut lalu menyerang dan membunuh pengrajin emas tersebut. Pemuda itu kemudian dikeroyok dan dihabisi oleh orang-orang yahudi. Akibat peristiwa tersebut terjadi perkelahian antara pihak keluarga pemuda dan Yahudi Qainuqa'.
Menanggapi kejadian ini Rasul SAW meminta kaum Yahudi untuk tidak mengganggu kaum Muslimin. Namun peringatan ini dibalas dengan cemoohan: "Hai Muhammad, janganlah engkau menepuk dada atas kemenannganmu melawan kaum yang tak becus berperang (yakni orang-orang Quraisy)! Kalau engkau berani cobalah lawan kami. Kami bukanlah kaum seperti mereka!".
Rasulullah SAW bersabar dan tetap menahan diri. Namun sikap ini justru dianggap sebagai tanda ketakutan. Perbuatan Yahudi itu jelas tidak bisa ditolelir lagi.
Selama 15 hari mereka dikepung. Sampai akhirnya Rasulullah memutuskan untuk mengusir mereka dari Madinah. Kaum muslimin kemudian benar-benar aman dan tentram, terhindar dari gangguan benalu peradaban tersebut.
-o0o-
Di suatu fajar Khalifah Umar RA. berjalan-jalan di sudut-sudut kota. Tak sengaja ia mendengarkan sebuah perbincangan serius antara seorang gadis dengan ibunya. Sang ibu menyarankan kepada putrinya untuk mencampur susu dengan air tawar supaya mendapat keuntungan banyak.
Putrinya menjawab: "Amirul Mukminin melarangnya, wahai Ibuku!!!". "Bukankah Amirul Mukminin tidak mengetahuinya?", timpal sang ibu. Dengan tegas pula gadis itu berkata: "Tetapi Tuhannya Amirul Mukminin mengetahuinya!".
Umar tersenyum mendengar percakapan tersebut. Seusai shalat Shubuh ia segera meminta 'Ashim (putranya) untuk menanyakan kondisi keluarga gadis tersebut yang tampaknya memerlukan bantuan. Sekembalinya dari sana, 'Ashim diminta untuk kembali lagi. Kali ini bersama Umar.
Akhirnya putra Umar tersebut mempersunting gadis yang shalihah itu. Dari pernikahan berkah ini lahirlah seorang anak perempuan yang cantik, cerdas dan bertakwa, Ummu 'Ashim. Ketika menginjak usia remaja Abdul Aziz bin Marwan saudara Khalifah Abdul Malik meminangnya. Ketika beliau menjadi wali Mesir, lahirlah putra pertama beliau, Umar Khamis Khulafaurrasyidin (Khulafaurrasyidin yang kelima).
-o0o-
Ketiga sampel di atas menunjukkan betapa berharganya seorang perempuan. Yaitu ketika sang perempuan menghargai dan menghormati dirinya sendiri. Ketika sang muslimah menyadari ke'wanitaan'nya. Ketika sang perempuan mematuhi pesan-pesan wahyu.
Tetapi, ketiga kisah di atas justru semakin membuat penulis bersedih dan berduka. Terlebih ketika harian Akhbar beberapa waktu lalu memberitakan -dengan porsi yang cukup besar- seorang mahasiswi fakultas hukum American University of Cairo dinobatkan sebagai Miss Egypt tahun 2001.
Lebih parah lagi ketika penulis mengantar seorang teman berbelanja di sebuah swalayan. Seorang ibu berjilbab rapi berjalan dengan suaminya yang berjenggot cukup lebat. Tahukah anda siapakah yang berada diantara mereka berdua, bercanda dengan manjanya? Seorang gadis belasan tahun mengenakan pakaian yang tak layak untuk dideskripsikan di sini. Sebuah pemandangan yang sangat kontras.
Kedua contoh terakhir di atas adalah bagian dari realita negeri Mesir, bumi para Nabi yang sampai saat ini ribuan anak manusia masih berbondong-bondong ke tempat ini untuk menuntut ilmu-ilmu agama dan bahasa arab. Rasanya penulis hampir berputus asa melihat realita kaum muslimin saat ini. Benarlah ucapan seorang Jerman, ketika menyatakan keislamannya ia mengatakan: "Beruntunglah saya. Saya mengenal Islam sebelum saya mengenal kaum muslimin".
Kecemasan penulis agak terobati ketika menyadari bahwa masih banyak dari para perempuan yang memahami fitrahnya sebagai perempuan. Hanya saja mereka enggan dan malu menampakkan diri. Mereka tampil di saat-saat tertentu saja. Karena hobbi mereka bukanlah mejeng di mall-mall atau ber'haha-hihi' di taman universitas atau ditempat rekreasi. Dari rahim-rahim suci merekalah kelak akan lahir generasi yang akan sanggup mengenyahkan zionis dari Palestina.
Kondisi Mesir saat ini diperburuk dengan undang-undang Mesir yang baru bahwa anak dari hasil pernikahan antara perempuan Mesir dan laki-laki asing tak dapat memperoleh kebangsaan Mesir. Padahal di pihak lain tidak sedikit orang-orang Mesir yang melarikan diri dari negerinya setelah ia menjadi 'orang'. Seperti Zuweil ilmuwan Mesir yang pernah meraih nobel fisika. Ia lebih memilih Amerika daripada negeri kelahirannya. Juga beberapa orang yang 'kepincut' perempuan-perempuan Israel.
Dari sini penulis -sebagai seorang muslim- mengajak untuk memperhatikan pendidikan kaum muslimat. Tanggung jawab pendidikan seorang anak perempuan pertama kali berada di pundak ibu bapaknya. Sebagai adik perempuan, saudara laki-laki atau kakaknya mesti membantu menguatkan kepercayaan sang muslimah terhadap norma Islam sebagai alternatif gaya hidupnya. Sang suami pun ketika telah mengucapkan qabul, wajib memperhatikan pendidikan keluarganya. Mengapa ? Karena seorang wanita shalihah akan menjadi sekolah pertama bagi anak-anak suaminya.
Sekarang ini ternyata masih banyak perempuan muda yang menggandrungi De Caprio, Pierce Brosnan, Tom Cruise, Julia Robert dan Cindy Crawford. Berapa banyak diantara mereka yang mengenal cerita dua putri Nabi Syu'aib AS., kisah Maryam ibunda Nabi Isa AS. serta kejeniusan Aisyah muda, ibu kaum mukminin sedunia ?.
Bila suatu kaum meremehkan wanita niscaya Allah akan remehkan mereka dengan kehancuran. Jika suatu kaum berlebihan memuja perempuan niscaya Allah akan jatuhkan mereka dengan kebinasaan. Islam datang dengan sebuah norma moderat, merefleksikan ajaran proporsional, mengemban misi umat ini sebagai ummatan wasathan (umat yang moderat). (lihat QS. Al Baqarah: 143). (jos)
Dari jauh terlihat seorang pemuda tertatih-tatih. Tampak keletihan diwajahnya menunjukkan jauhnya perjalanan yang ia tempuh. Kini, sampailah ia di Madyan, di tepi sebuah sumber air jernih.
Diperhatikannya ramai orang-orang sedang memberi minum ternak mereka. Tak jauh dari tempat itu dilihatnya dua orang perempuan sedang menahan ternak mereka. Dengan hati-hati ia dekati mereka berdua seraya bertanya: "Apa yang kalian perbuat di sini". Mereka pun menjawab: "Kami baru bisa memberi minum ternak kami setelah para penggembala itu pergi, sedang bapak kami adalah seorang yang lanjut usia".
Tanpa menunggu permintaan, naluri kemanusiaan pemuda ini mendorongnya untuk segera menolong keduanya. Setelah itu tanpa menunggu ucapan terima kasih atau sekedar berbasa basi segera ia menyingkir menjauhi mereka dan menyandarkan punggungnya di bawah sebuah pohon seraya mengeluhkan keletihan dan kesulitan hidup kepada Tuhannya.
Tak berapa lama kemudian ia didatangi oleh salahsatu dari dua perempuan tadi. Dengan malu-malu ia berkata: "Sesungguhnya bapakku mengundangmu sebagai balas budi atas pertolonganmu terhadap kami". Kemudian ia pun berjalan mengikuti keduanya.
Namun siang itu angin sedang 'bertingkah'. Akibat ulah angin tersebut sang pemuda itu beberapa kali agak salah tingkah berjalan di belakang kedua perempuan tersebut. Segera ia berkata: "Sebaiknya saya yang di depan. Kalian hanya perlu mengatakan lurus atau belok ke kanan dan ke kiri". Keduanya pun setuju.
Kisah di atas diabadikan Allah dalam Al Qur'an pada surat Al Qashash: 22-26. Adapun pemuda tadi adalah Nabi Musa AS. dan kedua gadis tersebut adalah dua orang putri Nabi Syu'aib AS (menurut sebagian ahli tafsir). Salah seorang diantara perempuan itu akhirnya meminta bapaknya untuk mempekerjakan Nabi Musa guna meringankan tugas mereka.
Dua sifat yang membuat sang bapak menyetujuinya yaitu kuat dan dapat dipercaya. Sang bapak bertanya: "Dari mana engkau tahu ia kuat dan dapat dipercaya ?". Sang putri pun menjelaskan kuatnya sang pemuda ketika mengangkat batu besar dan membantu meminumkan ternak. Selain itu sepanjang perjalanan kesantunan sang pemuda terlihat jelas. Ini menunjukkan bahwa ia dapat dipercaya.
-o0o-
Di Madinah, suatu ketika ada seorang muslimah pergi ke toko perhiasan. Di tempat itu banyak orang yahudi berniaga dan bekerja sebagai tukang emas. Ia membawa perhiasan hendak dijual ke salah satu toko.
Ketika ia sedang duduk di depan toko sambil tawar-menawar, sekelompok yahudi datang mendekatinya. Lalu dimintanya sang muslimah untuk membuka kain penutup wajahnya. Permintaan itu jelas ditolaknya.
Seorang yahudi lainnya yang berada di belakang muslimah itu menyematkan ujung bajunya dengan sebuah duri pada bagian punggung bajunya. Ketika wanita itu bangun hendak berdiri tampak auratnya. Mereka (orang-orang Yahudi itu) tertawa terbahak-bahak, sedangkan sang muslimah berteriak minta pertolongan.
Sekonyong-konyong datanglah seorang pemuda muslim memenuhi panggilan tersebut lalu menyerang dan membunuh pengrajin emas tersebut. Pemuda itu kemudian dikeroyok dan dihabisi oleh orang-orang yahudi. Akibat peristiwa tersebut terjadi perkelahian antara pihak keluarga pemuda dan Yahudi Qainuqa'.
Menanggapi kejadian ini Rasul SAW meminta kaum Yahudi untuk tidak mengganggu kaum Muslimin. Namun peringatan ini dibalas dengan cemoohan: "Hai Muhammad, janganlah engkau menepuk dada atas kemenannganmu melawan kaum yang tak becus berperang (yakni orang-orang Quraisy)! Kalau engkau berani cobalah lawan kami. Kami bukanlah kaum seperti mereka!".
Rasulullah SAW bersabar dan tetap menahan diri. Namun sikap ini justru dianggap sebagai tanda ketakutan. Perbuatan Yahudi itu jelas tidak bisa ditolelir lagi.
Selama 15 hari mereka dikepung. Sampai akhirnya Rasulullah memutuskan untuk mengusir mereka dari Madinah. Kaum muslimin kemudian benar-benar aman dan tentram, terhindar dari gangguan benalu peradaban tersebut.
-o0o-
Di suatu fajar Khalifah Umar RA. berjalan-jalan di sudut-sudut kota. Tak sengaja ia mendengarkan sebuah perbincangan serius antara seorang gadis dengan ibunya. Sang ibu menyarankan kepada putrinya untuk mencampur susu dengan air tawar supaya mendapat keuntungan banyak.
Putrinya menjawab: "Amirul Mukminin melarangnya, wahai Ibuku!!!". "Bukankah Amirul Mukminin tidak mengetahuinya?", timpal sang ibu. Dengan tegas pula gadis itu berkata: "Tetapi Tuhannya Amirul Mukminin mengetahuinya!".
Umar tersenyum mendengar percakapan tersebut. Seusai shalat Shubuh ia segera meminta 'Ashim (putranya) untuk menanyakan kondisi keluarga gadis tersebut yang tampaknya memerlukan bantuan. Sekembalinya dari sana, 'Ashim diminta untuk kembali lagi. Kali ini bersama Umar.
Akhirnya putra Umar tersebut mempersunting gadis yang shalihah itu. Dari pernikahan berkah ini lahirlah seorang anak perempuan yang cantik, cerdas dan bertakwa, Ummu 'Ashim. Ketika menginjak usia remaja Abdul Aziz bin Marwan saudara Khalifah Abdul Malik meminangnya. Ketika beliau menjadi wali Mesir, lahirlah putra pertama beliau, Umar Khamis Khulafaurrasyidin (Khulafaurrasyidin yang kelima).
-o0o-
Ketiga sampel di atas menunjukkan betapa berharganya seorang perempuan. Yaitu ketika sang perempuan menghargai dan menghormati dirinya sendiri. Ketika sang muslimah menyadari ke'wanitaan'nya. Ketika sang perempuan mematuhi pesan-pesan wahyu.
Tetapi, ketiga kisah di atas justru semakin membuat penulis bersedih dan berduka. Terlebih ketika harian Akhbar beberapa waktu lalu memberitakan -dengan porsi yang cukup besar- seorang mahasiswi fakultas hukum American University of Cairo dinobatkan sebagai Miss Egypt tahun 2001.
Lebih parah lagi ketika penulis mengantar seorang teman berbelanja di sebuah swalayan. Seorang ibu berjilbab rapi berjalan dengan suaminya yang berjenggot cukup lebat. Tahukah anda siapakah yang berada diantara mereka berdua, bercanda dengan manjanya? Seorang gadis belasan tahun mengenakan pakaian yang tak layak untuk dideskripsikan di sini. Sebuah pemandangan yang sangat kontras.
Kedua contoh terakhir di atas adalah bagian dari realita negeri Mesir, bumi para Nabi yang sampai saat ini ribuan anak manusia masih berbondong-bondong ke tempat ini untuk menuntut ilmu-ilmu agama dan bahasa arab. Rasanya penulis hampir berputus asa melihat realita kaum muslimin saat ini. Benarlah ucapan seorang Jerman, ketika menyatakan keislamannya ia mengatakan: "Beruntunglah saya. Saya mengenal Islam sebelum saya mengenal kaum muslimin".
Kecemasan penulis agak terobati ketika menyadari bahwa masih banyak dari para perempuan yang memahami fitrahnya sebagai perempuan. Hanya saja mereka enggan dan malu menampakkan diri. Mereka tampil di saat-saat tertentu saja. Karena hobbi mereka bukanlah mejeng di mall-mall atau ber'haha-hihi' di taman universitas atau ditempat rekreasi. Dari rahim-rahim suci merekalah kelak akan lahir generasi yang akan sanggup mengenyahkan zionis dari Palestina.
Kondisi Mesir saat ini diperburuk dengan undang-undang Mesir yang baru bahwa anak dari hasil pernikahan antara perempuan Mesir dan laki-laki asing tak dapat memperoleh kebangsaan Mesir. Padahal di pihak lain tidak sedikit orang-orang Mesir yang melarikan diri dari negerinya setelah ia menjadi 'orang'. Seperti Zuweil ilmuwan Mesir yang pernah meraih nobel fisika. Ia lebih memilih Amerika daripada negeri kelahirannya. Juga beberapa orang yang 'kepincut' perempuan-perempuan Israel.
Dari sini penulis -sebagai seorang muslim- mengajak untuk memperhatikan pendidikan kaum muslimat. Tanggung jawab pendidikan seorang anak perempuan pertama kali berada di pundak ibu bapaknya. Sebagai adik perempuan, saudara laki-laki atau kakaknya mesti membantu menguatkan kepercayaan sang muslimah terhadap norma Islam sebagai alternatif gaya hidupnya. Sang suami pun ketika telah mengucapkan qabul, wajib memperhatikan pendidikan keluarganya. Mengapa ? Karena seorang wanita shalihah akan menjadi sekolah pertama bagi anak-anak suaminya.
Sekarang ini ternyata masih banyak perempuan muda yang menggandrungi De Caprio, Pierce Brosnan, Tom Cruise, Julia Robert dan Cindy Crawford. Berapa banyak diantara mereka yang mengenal cerita dua putri Nabi Syu'aib AS., kisah Maryam ibunda Nabi Isa AS. serta kejeniusan Aisyah muda, ibu kaum mukminin sedunia ?.
Bila suatu kaum meremehkan wanita niscaya Allah akan remehkan mereka dengan kehancuran. Jika suatu kaum berlebihan memuja perempuan niscaya Allah akan jatuhkan mereka dengan kebinasaan. Islam datang dengan sebuah norma moderat, merefleksikan ajaran proporsional, mengemban misi umat ini sebagai ummatan wasathan (umat yang moderat). (lihat QS. Al Baqarah: 143). (jos)
Permainan Ibu Guru
Ibu Guru berjilbab rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari'at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata, "Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!" Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah "Penghapus!", jika saya angkat penghapus, maka katakanlah "Kapur!". Dan permainan diulang kembali. Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.
"Anak-anak, begitulah ummat Islam. Sebermula kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak
pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika."
"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain. Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya. "Paham Bu Guru"
"Baik permainan kedua," Ibu Guru melanjutkan. "Bu Guru ada Qur'an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah karpet. Quran itu "dijaga" sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet. Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?" Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.
Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet. "Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar. Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi
yang kuat. Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau pundasinya dahulu. Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan..."
"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian. Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari'at Islam sedikit demi sedikit. Dan itulah yang mereka inginkan."
"Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?" tanya mereka. Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tetapi kalau diserang serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak. Selesailah pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo'a dahulu sebelum pulang..."
Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.
Ini semua adalah fenomena Ghazwu lFikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh Islam. Allah berfirman: Mereka hendak memadamkan cayaha Allah dengan mulut-mulut mereka, sedang Allah tidak mau selain menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu (QS 9:32).
Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat umumnya, terkhusus generasi muda Muslim. Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui mas media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show, hingga tak terasa. Maka tampak dari luar masih Muslim, padahal internal dalam jiwa ummat, terkhusus generasi muda sesungguhnya sudah ibarat poteng (tapai singkong, peuyeum). Maka rasakan dan pikirkanlah itu dan ingatlah bahwa dunia ini hanya persinggahan sementara, ingatlah akan Hari Pengadilan.
WaLlahu a'lamu bishshawab.
*** Makassar, 4 Mei 2003
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
"Anak-anak, begitulah ummat Islam. Sebermula kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak
pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika."
"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain. Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya. "Paham Bu Guru"
"Baik permainan kedua," Ibu Guru melanjutkan. "Bu Guru ada Qur'an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah karpet. Quran itu "dijaga" sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet. Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?" Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.
Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet. "Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar. Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi
yang kuat. Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau pundasinya dahulu. Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan..."
"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian. Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari'at Islam sedikit demi sedikit. Dan itulah yang mereka inginkan."
"Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?" tanya mereka. Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tetapi kalau diserang serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak. Selesailah pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo'a dahulu sebelum pulang..."
Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.
Ini semua adalah fenomena Ghazwu lFikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh Islam. Allah berfirman: Mereka hendak memadamkan cayaha Allah dengan mulut-mulut mereka, sedang Allah tidak mau selain menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu (QS 9:32).
Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat umumnya, terkhusus generasi muda Muslim. Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui mas media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show, hingga tak terasa. Maka tampak dari luar masih Muslim, padahal internal dalam jiwa ummat, terkhusus generasi muda sesungguhnya sudah ibarat poteng (tapai singkong, peuyeum). Maka rasakan dan pikirkanlah itu dan ingatlah bahwa dunia ini hanya persinggahan sementara, ingatlah akan Hari Pengadilan.
WaLlahu a'lamu bishshawab.
*** Makassar, 4 Mei 2003
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
Desember 12, 2009
SUATU HARI gue jalan-jalan ke malioboro
SUATU HARI gue jalan-jalan ke malioboro jogja dan menemukan adegan
lucu. Saat itu ada bule kehilangan sepeda motornya yg baru saja diparkir
di depan toko. Lalu dia bertanya ke temenku yg saat itu kebetulan berada
di tempat parkir, namanya Paijo, apakah dia ngeliat orang yg ngambil
sepeda motornya.
Paijo yg orang jowo asli bilang,"Yes, he use to table square-square. Worth
he fast-fast go without any wet expire."
Maksudnya: Iya, dia memakai kemeja kotak-kotak. Pantes dia cepat-cepat pergi
tanpa basa basi. Lalu dengan sok berwibawa Paijo menasehati, "Different
river if park bicycle motor liver-liver yes." Maksudnya: Lain kali kalo
parkir sepeda motor hati-hati ya.
Si bule bingung nggak tau harus ngomong apa. Lalu Paijo bergumam dalam hati
karena takut bulenya denger, "Basic bule!"
Maksudnya: Dasar bule!
Si bule ngeloyor pergi dan dengan pe-de nya Paijo bilang, "Breasttttt!"
sambil melambaikan tangannya.
Maksudnya: Dadaaaaa! (jumlah a di belakang harus sama dengan jumlah huruf t)
"Basic stupid, Paijo don't know himself ." (baca: Dasar bego, Paijo gak tau
diri) pikirku dalam hati saat itu...takut kedengeran Paijo karena dia pasti
tahu artinya.
lucu. Saat itu ada bule kehilangan sepeda motornya yg baru saja diparkir
di depan toko. Lalu dia bertanya ke temenku yg saat itu kebetulan berada
di tempat parkir, namanya Paijo, apakah dia ngeliat orang yg ngambil
sepeda motornya.
Paijo yg orang jowo asli bilang,"Yes, he use to table square-square. Worth
he fast-fast go without any wet expire."
Maksudnya: Iya, dia memakai kemeja kotak-kotak. Pantes dia cepat-cepat pergi
tanpa basa basi. Lalu dengan sok berwibawa Paijo menasehati, "Different
river if park bicycle motor liver-liver yes." Maksudnya: Lain kali kalo
parkir sepeda motor hati-hati ya.
Si bule bingung nggak tau harus ngomong apa. Lalu Paijo bergumam dalam hati
karena takut bulenya denger, "Basic bule!"
Maksudnya: Dasar bule!
Si bule ngeloyor pergi dan dengan pe-de nya Paijo bilang, "Breasttttt!"
sambil melambaikan tangannya.
Maksudnya: Dadaaaaa! (jumlah a di belakang harus sama dengan jumlah huruf t)
"Basic stupid, Paijo don't know himself ." (baca: Dasar bego, Paijo gak tau
diri) pikirku dalam hati saat itu...takut kedengeran Paijo karena dia pasti
tahu artinya.
IF
Posted by: "hendrik manix"
Sat Sep 30, 2006 7:12 pm (PST)
If you're mad with someone , and nobody's there to fix
the situation... You fix it .
Maybe today, that person still wants to be your friend
. And if u don't, tomorrow can be too late .
If you're in love with somebody , but that person
doesn't know...
tell her/him.
Maybe today, that person is also in love with you .
And if you don't say it, tomorrow can be too late .
If you really want to kiss somebody... kiss her/him.
Maybe that person wants a kiss from you, too . And if
you don't kiss her/him today, tomorrow can be too late
.
If you still love a person that you think has
forgotten you...
tell her/him.
Maybe that person have always loved you. And if you
don't tell her/him today , tomorrow can be too late.
If you need a hug of a friend... ask her/him for it.
Maybe they need it more than you do. And if you don't
ask for it today, tomorrow can be too late.
If you really have friends who you appreciate.. . tell
them.
Maybe they appreciate you as well. That if you don't
and they leave or go far away today , tomorrow can be
too late.
If you love your parents, and never had the chance to
show them... do it .
Maybe you have them there to show them how you feel.
That if you don't and they leave today , then tomorrow
can be too late.
Sat Sep 30, 2006 7:12 pm (PST)
If you're mad with someone , and nobody's there to fix
the situation... You fix it .
Maybe today, that person still wants to be your friend
. And if u don't, tomorrow can be too late .
If you're in love with somebody , but that person
doesn't know...
tell her/him.
Maybe today, that person is also in love with you .
And if you don't say it, tomorrow can be too late .
If you really want to kiss somebody... kiss her/him.
Maybe that person wants a kiss from you, too . And if
you don't kiss her/him today, tomorrow can be too late
.
If you still love a person that you think has
forgotten you...
tell her/him.
Maybe that person have always loved you. And if you
don't tell her/him today , tomorrow can be too late.
If you need a hug of a friend... ask her/him for it.
Maybe they need it more than you do. And if you don't
ask for it today, tomorrow can be too late.
If you really have friends who you appreciate.. . tell
them.
Maybe they appreciate you as well. That if you don't
and they leave or go far away today , tomorrow can be
too late.
If you love your parents, and never had the chance to
show them... do it .
Maybe you have them there to show them how you feel.
That if you don't and they leave today , then tomorrow
can be too late.
Hebatnya Cinta
Pernah gak kamu merasakan bahwa kamu mencintai seseorang, meski kamu tahu ia tak sendiri lagi dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak terbalas. Tapi kamu tetap MENCINTAINYA....Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai, meski kamu tahu dia tidak akan pernah peduli, ataupun ia peduli dan mengerti, tapi dia tetap pergi....Pernahkah kamu merasakan HEBATNYA CINTA. Tersenyum kala terluka. Menangis kala bahagia. Bersedih kala bersama.
Tertawa kala berpisah...Aku.....Aku pernah...Aku pernah tersenyum meski terluka. Karena ku yakin Tuhan tak menjadikannya untukku. Aku pernah menangis kala bahagia. Karena ku takut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja...Aku pernah bersedih kala bersamanya. Karena ku takut aku akan kehilangan dia suatu saat nanti. Dan...Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya. Karena sekali lagi CINTA TAK HARUS MEMILIKI. Dan tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku...Aku tetap bisa mencintainya. Meski dia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku. Karena CINTA ADA DIDALAM JIWA. Dan bukan ada di dalam raga.
Tertawa kala berpisah...Aku.....Aku pernah...Aku pernah tersenyum meski terluka. Karena ku yakin Tuhan tak menjadikannya untukku. Aku pernah menangis kala bahagia. Karena ku takut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja...Aku pernah bersedih kala bersamanya. Karena ku takut aku akan kehilangan dia suatu saat nanti. Dan...Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya. Karena sekali lagi CINTA TAK HARUS MEMILIKI. Dan tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku...Aku tetap bisa mencintainya. Meski dia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku. Karena CINTA ADA DIDALAM JIWA. Dan bukan ada di dalam raga.
Teman
Hidup ini akan terasa bahagia & indah apabila kita memiliki banyak teman.
Kita tertawa kita sedih dibuatnya, berbagi cerita, bercanda, bermain bersama, bahkan berantam itulah yang pernah kita alami dengan teman kita.
Seperti Tuhan telah menciptakan pola sidik jari manusia tak pernah ada yang sama / serupa, begitupun Tuhan menciptakan watak & sipat teman-teman kita, kadang kita sulit memahaminya.
Banyak dari teman-teman kita yang selalu berbuat baik , tapi tak sedikit pula yang selalu berbuat jahat , mungkin itu adalah sebuah proses yang telah direncanakan yang Diatas untuk mendidik diri kita, tinggal bagaiman cara kita mensikapinya.
Teman yang baik akan memberikan contoh baik , teman yang buruk atau jahat akan menjadi cermin buat kita dan tahukah posisi kita di mana ?.
Mungkinkah kita akan selalu berjalan bersamanya atau membiarkan Ia berjalan sendiri tanpa harus kita temani.
Teman adalah bunga perjalanan hidup kita yang selalu menghiasi taman – taman hati kita, sangatlah beragam, ada yang berwarna, ada yang berdaun, dan ada juga yang tumbuh & bertubuh penuh dgn duri, itulah bunga yang sering ditemukan dalam perjalanan hidup kita.
Tekadang mengharumkan, menyegarkan tapi tak jarang durinya menusuk hingga menyakitkan.
Tapi itulah anugrah yang telah diberikan Tuhan agar perjalanan ini tak terasa membosankan.
Syukurilah apabila kita masih memiliki banyak teman, teman adalah mutiara yang sangat berharga, yang harus selalu kita cari, tapi jaganlah hanya ingin dapatkan satu mutiara anda rela mengorbankan lima mutiara yang sudah anda miliki.
Kita tertawa kita sedih dibuatnya, berbagi cerita, bercanda, bermain bersama, bahkan berantam itulah yang pernah kita alami dengan teman kita.
Seperti Tuhan telah menciptakan pola sidik jari manusia tak pernah ada yang sama / serupa, begitupun Tuhan menciptakan watak & sipat teman-teman kita, kadang kita sulit memahaminya.
Banyak dari teman-teman kita yang selalu berbuat baik , tapi tak sedikit pula yang selalu berbuat jahat , mungkin itu adalah sebuah proses yang telah direncanakan yang Diatas untuk mendidik diri kita, tinggal bagaiman cara kita mensikapinya.
Teman yang baik akan memberikan contoh baik , teman yang buruk atau jahat akan menjadi cermin buat kita dan tahukah posisi kita di mana ?.
Mungkinkah kita akan selalu berjalan bersamanya atau membiarkan Ia berjalan sendiri tanpa harus kita temani.
Teman adalah bunga perjalanan hidup kita yang selalu menghiasi taman – taman hati kita, sangatlah beragam, ada yang berwarna, ada yang berdaun, dan ada juga yang tumbuh & bertubuh penuh dgn duri, itulah bunga yang sering ditemukan dalam perjalanan hidup kita.
Tekadang mengharumkan, menyegarkan tapi tak jarang durinya menusuk hingga menyakitkan.
Tapi itulah anugrah yang telah diberikan Tuhan agar perjalanan ini tak terasa membosankan.
Syukurilah apabila kita masih memiliki banyak teman, teman adalah mutiara yang sangat berharga, yang harus selalu kita cari, tapi jaganlah hanya ingin dapatkan satu mutiara anda rela mengorbankan lima mutiara yang sudah anda miliki.
Desember 06, 2009
Rahasia Kecil Kebahagiaan
Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan: Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan Memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.
Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.
Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda. Mengapa bebek disebut "bodoh"? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.
Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati: memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Allah. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.
Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.
Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.
Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam diriku".
Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.
Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?
Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain,dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.
Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara yang tidak prinsipiil.
Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya. Rasakan apa yang dikatakannya.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan Memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.
Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.
Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda. Mengapa bebek disebut "bodoh"? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.
Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati: memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Allah. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.
Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.
Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.
Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam diriku".
Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.
Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?
Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain,dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.
Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara yang tidak prinsipiil.
Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya. Rasakan apa yang dikatakannya.
Langganan:
Postingan (Atom)