Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan: Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan Memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.
Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.
Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda. Mengapa bebek disebut "bodoh"? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.
Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati: memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Allah. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.
Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.
Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.
Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam diriku".
Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.
Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?
Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain,dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.
Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara yang tidak prinsipiil.
Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya. Rasakan apa yang dikatakannya.
Tampilkan postingan dengan label Kebahagiaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebahagiaan. Tampilkan semua postingan
Desember 06, 2009
Kunci Kehidupan dan Kebahagiaan
1. Kunci kebahagiaan adalah taat kepada Allah dan Rasul-Nya
2. Kunci rezeki adalah berusaha diiringi dengan istighfar dan ketakwaan
3. Kunci surga adalah tauhid
4. Kunci iman adalah merenungi ayat-ayat Allah dan makhluk-Nya
5. Kunci kebaikan adalah kejujuran
6. Kunci kehidupan hati adalah merenungkan kitab suci, berdoa di malam hari dan meninggalkan perbuatan dosa
7. Kunci ilmu pengetahuan adalah bertanya dan menyimak dengan baik
8. Kunci pertolongan dan keberhasilan adalah sabar
9. Kunci kebahagiaan adalah takwa
10. Kunci bertambahnya nikmat adalah bersyukur
11. Kunci rindu akhirat adalah menjaga jarak dengan dunia
12. Kunci agar permintaan dikabulkan adalah berdoa.
Enam Batu Ujian Cinta (for those who plan 2 get married)
Bagaimana kami tahu bahwa cinta kami cukup dalam untuk menghantar kami ke arah berdampingan seumur hidup, menuju kepada kesetiaan yang sempurna? Bagaimana kami dapat yakin bahwa cinta kami ini cukup matang untuk diikat sumpah nikah serta janji untuk berdampingan seumur hidup sampai maut memisahkan?
Pertama, Ujian untuk merasakan sesuatu bersama.
Cinta sejati ingin merasakan bersama, memberi, mengulurkan tangan. Cinta sejati memikirkan pihak yang lainnya, bukan memikirkan diri sendiri. Jika kalian membaca sesuatu, pernahkah kalian berpikir, aku ingin membagi ini bersama sahabatku? Jika kalian merencanakan sesuatu, adakah kalian hanya berpikir tentang apa yang ingin kalian lakukan, ataukah apa yang akan menyenangkan pihak lain? Sebagaimana Herman Oeser, seorang penulis Jerman pernah mengatakan, "Mereka yang ingin bahagia sendiri, janganlah kawin. Karena yang penting dalam perkawinan ialah membuat pihak yang lain BAHAGIA. Mereka yang tidak ingin dimengerti pihak yang lain, janganlah kawin. Karena yang penting di sini ialah MENGERTI PASANGANNYA." Maka batu ujian yang pertama ialah : "Apakah kita bisa sama-sama merasakan sesuatu? Apakah aku ingin menjadi bahagia atau membuat pihak yang lain bahagia?"
Kedua, Ujian kekuatan.
Saya pernah menerima surat dari seorang yang jatuh cinta, tapi sedang risau hatinya. Dia pernah membaca entah di mana, bahwa berat badan seseorang akan berkurang kalau orang itu betul-betul jatuh cinta. Meskipun dia sendiri mencurahkan segala perasaan cintanya, dia tidak kehilangan berat badannya dan inilah yang merisaukan hatinya. Memang benar, bahwa pengalaman cinta itu juga bisa mempengaruhi keadaan jasmani. Tapi dalam jangka panjang cinta sejati tidak akan menghilangkan kekuatan kalian; bahkan sebaliknya akan memberikan kekuatan dan tenaga baru pada kalian. Cinta akan memenuhi kalian dengan kegembiraan serta membuat kalian kreaktif, dan ingin menghasilkan lebih banyak lagi. Batu ujian kedua : "Apakah cinta kita memberi kekuatan baru dan memenuhi kita dengan tenaga kreaktif, ataukah cinta kita justru menghilangkan kekuatan dan tenaga kita?"
Ketiga, Ujian penghargaan.
Cinta sejati berarti juga menjunjung tinggi pihak yang lain. Seorang gadis mungkin mengagumi seorang jejaka, ketika ia melihatnya bermain bola dan mencetak banyak gol. Tapi jika ia bertanya pada diri sendiri, "apakah aku mengingini dia sebagai ayah dari anak-anakku?", jawabnya sering sekali menjadi negatif. Seorang pemuda mungkin mengagumi seorang gadis, yang dilihatnya sedang berdansa. Tapi sewaktu ia bertanya pada diri sendiri, "apakah aku mengingini dia sebagai ibu dari anak-anakku?", gadis tadi mungkin akan berubah dalam pandangannya. Pertanyaannya ialah:"Apakah kita benar-benar sudah punya penghargaan yang tinggi satu kepada yang lainnya? Apa aku bangga atas pasanganku?"
Keempat, Ujian kebiasaan.
Pada suatu hari seorang gadis Eropa yang sudah bertunangan datang pada saya. Dia sangat risau, "Aku sangat mencintai tunanganku," katanya, "tapi aku tak tahan caranya dia makan apel." Gelak tawa penuh pengertian memenuhi ruangan. "Cinta menerima orang lain bersama dengan kebiasaannya. Jangan kawin berdasarkan paham cicilan, lalu mengira bahwa kebiasaan-kebiasaan itu akan berubah di kemudian hari. Kemungkinan besar itu takkan terjadi. Kalian harus menerima pasanganmu sebagaimana adanya beserta segala kebiasaan dan kekurangannya. Pertanyaannya: "Apakah kita hanya saling mencintai atau juga saling menyukai?"
Kelima, Ujian pertengkaran.
Bilamana sepasang muda mudi datang mengatakan ingin kawin, saya selalu menanyakan mereka, apakah mereka pernah sesekali benar-benar bertengkar, tidak hanya berupa perbedaan pendapat yang kecil, tetapi benar-benar bagaikan berperang. Seringkali mereka menjawab, "Ah, belum pernah, kami saling mencintai." Saya katakan kepada mereka, "Bertengkarlah dahulu, barulah akan kukawinkan kalian." Persoalannya tentulah, bukan pertengkarannya, tapi kesanggupan untuk saling berdamai lagi. Kemampuan ini mesti dilatih dan diuji sebelum kawin. Bukan seks, tapi batu ujian pertengkaranlah yang merupakan pengalaman yang "dibutuhkan" sebelum kawin. Pertanyaannya: "Bisakah kita saling memaafkan dan saling mengalah?"
Keenam, Ujian waktu.
Sepasang muda mudi datang kepada saya untuk dikawinkan. "Sudah berapa lama kalian saling mencintai?" Tanya saya. "Sudah tiga, hampir empat minggu," jawab mereka. Ini terlalu singkat. Menurut saya minimum satu tahun bolehlah. Dua tahun lebih baik lagi. Ada baiknya untuk saling bertemu, bukan saja pada hari-hari libur atau hari minggu dengan berpakaian rapih, tapi juga pada saat bekerja di dalam hidup sehari-hari, waktu belum rapi, atau cukur, masih mengenakan kaos oblong, belum cuci muka, rambut masih awut-awutan, dalam suasana yang tegang atau berbahaya. Ada suatu peribahasa kuno, "Jangan kawin sebelum mengalami musim panas dan musim dingin bersama dengan pasanganmu." Sekiranya kalian ragu-ragu tentang perasaan cintamu, sang waktu akan memberi kepastian. Tanyakan: "Apakah cinta kita telah melewati musim panas dan musim dingin? Sudah cukup lamakah kita saling mengenal?" Dan izinkan saya memberikan suatu kesimpulan yang gamblang. Seks bukan batu ujian bagi cinta. "Jika sepasang muda mudi ingin punya hubungan seksual untuk mengetahui apakah mereka saling mencintai, perlu ditanyakan pada mereka, "Demikian kecilnya cinta kalian?" Jika kedua-duanya berpikir, "Nanti malam kita mesti melakukan seks - kalau tidak pasanganku akan mengira bahwa aku tidak mencintai dia atau bahwa dia tidak mencintai aku," maka rasa takut akan kemungkinan gagal sudah cukup menghalau keberhasilan percobaan itu. Seks bukan suatu batu ujian bagi cinta, sebab seks akan musnah saat diuji. Cobalah adakan observasi atas diri saudara sendiri pada waktu saudara pergi tidur. Saudara mengobservasi diri sendiri, kemudian tidak bisa tidur. Atau saudara tidur, kemudian tidak lagi bisa mengobservasi diri sendiri. Sama benar halnya dengan seks sebagai suatu batu ujian untuk cinta. Saudara menguji, sesudah itu tidak lagi mau mencintai. Atau saudara mencintai, kemudian tidak menguji. Untuk kepentingan cinta itu sendiri, cinta perlu mengekang menyatakan dirinya secara jasmaniah sampai bisa dimasukkan ke dalam dinamika segitiga perkawinan.
CINTA
Banyak orang dengan mudahnya mengatakan "i love you".....namun berapa banyak orang yang tidak mengerti apa arti "love" yang sebenarnya...banyak orang bilang kalau apapun akan dilakukan agar orang yang dia cintai bahagia....tapi berapa banyak juga orang yang tidak sanggup melakukannya...banyak orang bilang kalau ia akan mencintai orang yang dicintai dengan segenap hati....namun berapa banyak juga orang yang justru malah menyakiti...banyak orang bilang kalau cinta itu buta...tidak pandang siapapun....cinta bisa tumbuh kapanpun dimanapun juga...tapi berapa banyak orang yang benar benar lulus dari ujian cinta yang sejati...banyak orang bilang kalau sudah disakiti sedemikian rupa, adalah bodoh bagi orang orang yang sabar dan tetap menanti cinta itu kembali......tapi kalau begitu...dunia ini butuh banyak orang bodoh...yang benar benar mengerti arti cinta...dan tahan uji dalam proses pemurnian cinta yang sejati...banyak orang bilang kalau cinta tak harus memiliki....namun berapa banyak orang yang tetap berusaha memiliki cinta itu...banyak orang bilang mereka sudah mengalami apa arti cinta sebenarnya....namun berapa banyak orang juga yang belum pernah mendapatkan cinta...ketika kita mencintai...akan datang saatnya untuk disakiti...dikecewakan...ada pula saat bahagia...tapi berapa banyak orang yang sanggup untuk bertahan sampai akhir...cinta adalah sesuatu yang sangat berharga....yang berhak dimiliki oleh siapapun di dunia ini...namun cinta seperti benih tanaman...yang harus dirawat...disiangi...diberi air...dan diberi pupuk....ada kalanya cinta harus mengalami penderitaan bak tanaman yang harus menerima terpaan badai hujan dan teriknya matahari...ada kalanya cinta harus mengalami pengorbanan bak tanaman yang dipangkas ranting rantingnya yang tidak berguna...dan ada saatnya...dimana cinta akan tumbuh besar dan kuat...bak pohon yang besar dengan akar akar kuat yang menusuk ke dalam tanah...tidak akan goyah diterpa goncangan apapun...dan siap untuk menghasilkan buah yang ranum....
§ siapkah anda menerima cinta?
§ siapkah anda diuji oleh kebenaran cinta?
§ siapkah anda menderita dan berkorban demi cinta?
§ siapkah anda sabar dan bertahan menunggu hasil dari proses cinta yang sejati?
2. Kunci rezeki adalah berusaha diiringi dengan istighfar dan ketakwaan
3. Kunci surga adalah tauhid
4. Kunci iman adalah merenungi ayat-ayat Allah dan makhluk-Nya
5. Kunci kebaikan adalah kejujuran
6. Kunci kehidupan hati adalah merenungkan kitab suci, berdoa di malam hari dan meninggalkan perbuatan dosa
7. Kunci ilmu pengetahuan adalah bertanya dan menyimak dengan baik
8. Kunci pertolongan dan keberhasilan adalah sabar
9. Kunci kebahagiaan adalah takwa
10. Kunci bertambahnya nikmat adalah bersyukur
11. Kunci rindu akhirat adalah menjaga jarak dengan dunia
12. Kunci agar permintaan dikabulkan adalah berdoa.
Enam Batu Ujian Cinta (for those who plan 2 get married)
Bagaimana kami tahu bahwa cinta kami cukup dalam untuk menghantar kami ke arah berdampingan seumur hidup, menuju kepada kesetiaan yang sempurna? Bagaimana kami dapat yakin bahwa cinta kami ini cukup matang untuk diikat sumpah nikah serta janji untuk berdampingan seumur hidup sampai maut memisahkan?
Pertama, Ujian untuk merasakan sesuatu bersama.
Cinta sejati ingin merasakan bersama, memberi, mengulurkan tangan. Cinta sejati memikirkan pihak yang lainnya, bukan memikirkan diri sendiri. Jika kalian membaca sesuatu, pernahkah kalian berpikir, aku ingin membagi ini bersama sahabatku? Jika kalian merencanakan sesuatu, adakah kalian hanya berpikir tentang apa yang ingin kalian lakukan, ataukah apa yang akan menyenangkan pihak lain? Sebagaimana Herman Oeser, seorang penulis Jerman pernah mengatakan, "Mereka yang ingin bahagia sendiri, janganlah kawin. Karena yang penting dalam perkawinan ialah membuat pihak yang lain BAHAGIA. Mereka yang tidak ingin dimengerti pihak yang lain, janganlah kawin. Karena yang penting di sini ialah MENGERTI PASANGANNYA." Maka batu ujian yang pertama ialah : "Apakah kita bisa sama-sama merasakan sesuatu? Apakah aku ingin menjadi bahagia atau membuat pihak yang lain bahagia?"
Kedua, Ujian kekuatan.
Saya pernah menerima surat dari seorang yang jatuh cinta, tapi sedang risau hatinya. Dia pernah membaca entah di mana, bahwa berat badan seseorang akan berkurang kalau orang itu betul-betul jatuh cinta. Meskipun dia sendiri mencurahkan segala perasaan cintanya, dia tidak kehilangan berat badannya dan inilah yang merisaukan hatinya. Memang benar, bahwa pengalaman cinta itu juga bisa mempengaruhi keadaan jasmani. Tapi dalam jangka panjang cinta sejati tidak akan menghilangkan kekuatan kalian; bahkan sebaliknya akan memberikan kekuatan dan tenaga baru pada kalian. Cinta akan memenuhi kalian dengan kegembiraan serta membuat kalian kreaktif, dan ingin menghasilkan lebih banyak lagi. Batu ujian kedua : "Apakah cinta kita memberi kekuatan baru dan memenuhi kita dengan tenaga kreaktif, ataukah cinta kita justru menghilangkan kekuatan dan tenaga kita?"
Ketiga, Ujian penghargaan.
Cinta sejati berarti juga menjunjung tinggi pihak yang lain. Seorang gadis mungkin mengagumi seorang jejaka, ketika ia melihatnya bermain bola dan mencetak banyak gol. Tapi jika ia bertanya pada diri sendiri, "apakah aku mengingini dia sebagai ayah dari anak-anakku?", jawabnya sering sekali menjadi negatif. Seorang pemuda mungkin mengagumi seorang gadis, yang dilihatnya sedang berdansa. Tapi sewaktu ia bertanya pada diri sendiri, "apakah aku mengingini dia sebagai ibu dari anak-anakku?", gadis tadi mungkin akan berubah dalam pandangannya. Pertanyaannya ialah:"Apakah kita benar-benar sudah punya penghargaan yang tinggi satu kepada yang lainnya? Apa aku bangga atas pasanganku?"
Keempat, Ujian kebiasaan.
Pada suatu hari seorang gadis Eropa yang sudah bertunangan datang pada saya. Dia sangat risau, "Aku sangat mencintai tunanganku," katanya, "tapi aku tak tahan caranya dia makan apel." Gelak tawa penuh pengertian memenuhi ruangan. "Cinta menerima orang lain bersama dengan kebiasaannya. Jangan kawin berdasarkan paham cicilan, lalu mengira bahwa kebiasaan-kebiasaan itu akan berubah di kemudian hari. Kemungkinan besar itu takkan terjadi. Kalian harus menerima pasanganmu sebagaimana adanya beserta segala kebiasaan dan kekurangannya. Pertanyaannya: "Apakah kita hanya saling mencintai atau juga saling menyukai?"
Kelima, Ujian pertengkaran.
Bilamana sepasang muda mudi datang mengatakan ingin kawin, saya selalu menanyakan mereka, apakah mereka pernah sesekali benar-benar bertengkar, tidak hanya berupa perbedaan pendapat yang kecil, tetapi benar-benar bagaikan berperang. Seringkali mereka menjawab, "Ah, belum pernah, kami saling mencintai." Saya katakan kepada mereka, "Bertengkarlah dahulu, barulah akan kukawinkan kalian." Persoalannya tentulah, bukan pertengkarannya, tapi kesanggupan untuk saling berdamai lagi. Kemampuan ini mesti dilatih dan diuji sebelum kawin. Bukan seks, tapi batu ujian pertengkaranlah yang merupakan pengalaman yang "dibutuhkan" sebelum kawin. Pertanyaannya: "Bisakah kita saling memaafkan dan saling mengalah?"
Keenam, Ujian waktu.
Sepasang muda mudi datang kepada saya untuk dikawinkan. "Sudah berapa lama kalian saling mencintai?" Tanya saya. "Sudah tiga, hampir empat minggu," jawab mereka. Ini terlalu singkat. Menurut saya minimum satu tahun bolehlah. Dua tahun lebih baik lagi. Ada baiknya untuk saling bertemu, bukan saja pada hari-hari libur atau hari minggu dengan berpakaian rapih, tapi juga pada saat bekerja di dalam hidup sehari-hari, waktu belum rapi, atau cukur, masih mengenakan kaos oblong, belum cuci muka, rambut masih awut-awutan, dalam suasana yang tegang atau berbahaya. Ada suatu peribahasa kuno, "Jangan kawin sebelum mengalami musim panas dan musim dingin bersama dengan pasanganmu." Sekiranya kalian ragu-ragu tentang perasaan cintamu, sang waktu akan memberi kepastian. Tanyakan: "Apakah cinta kita telah melewati musim panas dan musim dingin? Sudah cukup lamakah kita saling mengenal?" Dan izinkan saya memberikan suatu kesimpulan yang gamblang. Seks bukan batu ujian bagi cinta. "Jika sepasang muda mudi ingin punya hubungan seksual untuk mengetahui apakah mereka saling mencintai, perlu ditanyakan pada mereka, "Demikian kecilnya cinta kalian?" Jika kedua-duanya berpikir, "Nanti malam kita mesti melakukan seks - kalau tidak pasanganku akan mengira bahwa aku tidak mencintai dia atau bahwa dia tidak mencintai aku," maka rasa takut akan kemungkinan gagal sudah cukup menghalau keberhasilan percobaan itu. Seks bukan suatu batu ujian bagi cinta, sebab seks akan musnah saat diuji. Cobalah adakan observasi atas diri saudara sendiri pada waktu saudara pergi tidur. Saudara mengobservasi diri sendiri, kemudian tidak bisa tidur. Atau saudara tidur, kemudian tidak lagi bisa mengobservasi diri sendiri. Sama benar halnya dengan seks sebagai suatu batu ujian untuk cinta. Saudara menguji, sesudah itu tidak lagi mau mencintai. Atau saudara mencintai, kemudian tidak menguji. Untuk kepentingan cinta itu sendiri, cinta perlu mengekang menyatakan dirinya secara jasmaniah sampai bisa dimasukkan ke dalam dinamika segitiga perkawinan.
CINTA
Banyak orang dengan mudahnya mengatakan "i love you".....namun berapa banyak orang yang tidak mengerti apa arti "love" yang sebenarnya...banyak orang bilang kalau apapun akan dilakukan agar orang yang dia cintai bahagia....tapi berapa banyak juga orang yang tidak sanggup melakukannya...banyak orang bilang kalau ia akan mencintai orang yang dicintai dengan segenap hati....namun berapa banyak juga orang yang justru malah menyakiti...banyak orang bilang kalau cinta itu buta...tidak pandang siapapun....cinta bisa tumbuh kapanpun dimanapun juga...tapi berapa banyak orang yang benar benar lulus dari ujian cinta yang sejati...banyak orang bilang kalau sudah disakiti sedemikian rupa, adalah bodoh bagi orang orang yang sabar dan tetap menanti cinta itu kembali......tapi kalau begitu...dunia ini butuh banyak orang bodoh...yang benar benar mengerti arti cinta...dan tahan uji dalam proses pemurnian cinta yang sejati...banyak orang bilang kalau cinta tak harus memiliki....namun berapa banyak orang yang tetap berusaha memiliki cinta itu...banyak orang bilang mereka sudah mengalami apa arti cinta sebenarnya....namun berapa banyak orang juga yang belum pernah mendapatkan cinta...ketika kita mencintai...akan datang saatnya untuk disakiti...dikecewakan...ada pula saat bahagia...tapi berapa banyak orang yang sanggup untuk bertahan sampai akhir...cinta adalah sesuatu yang sangat berharga....yang berhak dimiliki oleh siapapun di dunia ini...namun cinta seperti benih tanaman...yang harus dirawat...disiangi...diberi air...dan diberi pupuk....ada kalanya cinta harus mengalami penderitaan bak tanaman yang harus menerima terpaan badai hujan dan teriknya matahari...ada kalanya cinta harus mengalami pengorbanan bak tanaman yang dipangkas ranting rantingnya yang tidak berguna...dan ada saatnya...dimana cinta akan tumbuh besar dan kuat...bak pohon yang besar dengan akar akar kuat yang menusuk ke dalam tanah...tidak akan goyah diterpa goncangan apapun...dan siap untuk menghasilkan buah yang ranum....
§ siapkah anda menerima cinta?
§ siapkah anda diuji oleh kebenaran cinta?
§ siapkah anda menderita dan berkorban demi cinta?
§ siapkah anda sabar dan bertahan menunggu hasil dari proses cinta yang sejati?
Harumnya Bunga Kebahagiaan
''Harumnya bunga tidakdapat melawan angin, tapi harumnya kebajikan mampu melawan arah angin, dan bahkan menyebar ke segenap penjurudunia.'' Jadi, siapa yang menabur harumnya kebajikan.
cinta adalahSesuatu yang dimulai dari persahabatan, yang terus berkembang tiapharinya. Didalamnya, ketertarikan fisik hanyalah salah satu aspek dariperasaan yang dibagi bersama. Sesuatu yang mengajar kita menjadi sabardan merencanakan masa depan dengan percaya diri dan tak terburu-buru.Sesuatu yang melibatkan pengertian dan kerelaan menerima si dia besertaapapun kekurangannya. Ketika kedua orang yang terlibat di dalamnya bisamenjadi diri mereka sendiri dan merasa nyaman satu sama lain. Sesuatuyang melibatkan kejujuran, rasa hormat dan percaya. Di dalam cinta takada rasa curiga sehingga yang ada hanya rasa tenang dan aman. Sesuatuyang selalu memberi kita kekuatan dalam menghadapi apapun. Sesuatu yangdiberikan dan diterima. Ketika kita tetap merasa dekat dengan pasangankita, walau berada jauh sekali. Sesuatu yang tetap bisa seimbang denganaspek hidup lainnya selain hubungan. Sesuatu dimana keduanya bisamenghadapi baik masa senang maupun sulit di antara mereka. Sesuatu yangme!mbuat kita berpikir dan melihat lebih jauh. Singkatnya, cinta membuatkita menjadi orang yang lebih baik.Tergila-gila adalah:Gairah instan yang akan habis seiring dengan berjalannya waktu. Sesuatuyang sangat melibatkan ketertarikan. Ketika kalian bersama, yangdiharapkan terakhir hanyalan intimitas. Sesuatu yang tidak hanyamelibatkan rasa curiga, tapi juga tidak percaya pada pasangan, maupunkepada diri sendiri. Sesuatu yang membuat kita mengambil keputusanterburu-buru. Ketika kita selalu memiliki perasaan tak aman bahwa kitaakan kehilangan pasangan kita suatu saat. Tak pernah puas akan pasangankita, dan merasa terganggu dengan berbagai kekurangannya. Sesuatu yangmembuat kita merasa gelisah dan stres ketika si dia tidak sedang bersamakita. Sesuatu yang membuat kita merasa gembira dan bersemangat, tapibukan bahagia dalam arti yang sesungguhnya. Sesuatu yang bisa membuatkita melakukan hal-hal yang bisa kita sesali nanti, tidak seperti cinta.Kesimpulannya, tergila-gila hanyalah sebuah ilusi bahwa kamu sedangjatuh cinta dengan orang lain. Jangan cepat terjebak dengan pikiranbahwa kita sedang jatuh cinta kepada seseorang. Pikirkanlah dahulumasak-masak, apalagi jika ternyata kalian berdua akan menjalin sebuahhubungan. Lis an amazing thing and you'll find it someday. Goodluck!ove
cinta adalahSesuatu yang dimulai dari persahabatan, yang terus berkembang tiapharinya. Didalamnya, ketertarikan fisik hanyalah salah satu aspek dariperasaan yang dibagi bersama. Sesuatu yang mengajar kita menjadi sabardan merencanakan masa depan dengan percaya diri dan tak terburu-buru.Sesuatu yang melibatkan pengertian dan kerelaan menerima si dia besertaapapun kekurangannya. Ketika kedua orang yang terlibat di dalamnya bisamenjadi diri mereka sendiri dan merasa nyaman satu sama lain. Sesuatuyang melibatkan kejujuran, rasa hormat dan percaya. Di dalam cinta takada rasa curiga sehingga yang ada hanya rasa tenang dan aman. Sesuatuyang selalu memberi kita kekuatan dalam menghadapi apapun. Sesuatu yangdiberikan dan diterima. Ketika kita tetap merasa dekat dengan pasangankita, walau berada jauh sekali. Sesuatu yang tetap bisa seimbang denganaspek hidup lainnya selain hubungan. Sesuatu dimana keduanya bisamenghadapi baik masa senang maupun sulit di antara mereka. Sesuatu yangme!mbuat kita berpikir dan melihat lebih jauh. Singkatnya, cinta membuatkita menjadi orang yang lebih baik.Tergila-gila adalah:Gairah instan yang akan habis seiring dengan berjalannya waktu. Sesuatuyang sangat melibatkan ketertarikan. Ketika kalian bersama, yangdiharapkan terakhir hanyalan intimitas. Sesuatu yang tidak hanyamelibatkan rasa curiga, tapi juga tidak percaya pada pasangan, maupunkepada diri sendiri. Sesuatu yang membuat kita mengambil keputusanterburu-buru. Ketika kita selalu memiliki perasaan tak aman bahwa kitaakan kehilangan pasangan kita suatu saat. Tak pernah puas akan pasangankita, dan merasa terganggu dengan berbagai kekurangannya. Sesuatu yangmembuat kita merasa gelisah dan stres ketika si dia tidak sedang bersamakita. Sesuatu yang membuat kita merasa gembira dan bersemangat, tapibukan bahagia dalam arti yang sesungguhnya. Sesuatu yang bisa membuatkita melakukan hal-hal yang bisa kita sesali nanti, tidak seperti cinta.Kesimpulannya, tergila-gila hanyalah sebuah ilusi bahwa kamu sedangjatuh cinta dengan orang lain. Jangan cepat terjebak dengan pikiranbahwa kita sedang jatuh cinta kepada seseorang. Pikirkanlah dahulumasak-masak, apalagi jika ternyata kalian berdua akan menjalin sebuahhubungan. Lis an amazing thing and you'll find it someday. Goodluck!ove
Mengapa banyak orang tidak bahagia
(3 tips meraih hidup bahagia)
Apakah rahasia hidup yang bahagia itu?....... Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita,…. seperti harta benda yang kita miliki. Apakah Anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, mobil mewah, penghasilan yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik?........ Mungkin Anda akan mengatakan ”ya.”……!..... Tapi, percayalah itu tidak akan berlangsung lama.
Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita….. adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya. Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.
Coba katakan pada diri Anda sendiri, ”Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi.” Anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana. Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.
Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan
Coba renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaannya. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain. Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!
Kunci kedua adalah bersyukur dan Ikhlas dalam berbuat
Coba renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, alhamdulillah dengan penuh keikhlasan. Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.
Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah dengan keikhlasan. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah.
Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.
Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil
Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.
Apakah rahasia hidup yang bahagia itu?....... Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita,…. seperti harta benda yang kita miliki. Apakah Anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, mobil mewah, penghasilan yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik?........ Mungkin Anda akan mengatakan ”ya.”……!..... Tapi, percayalah itu tidak akan berlangsung lama.
Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita….. adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya. Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.
Coba katakan pada diri Anda sendiri, ”Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi.” Anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana. Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.
Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan
Coba renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaannya. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain. Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!
Kunci kedua adalah bersyukur dan Ikhlas dalam berbuat
Coba renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, alhamdulillah dengan penuh keikhlasan. Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.
Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah dengan keikhlasan. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah.
Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.
Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil
Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.
Langganan:
Postingan (Atom)